Monday, September 03, 2012

Pemberontakan

Satu pemberontakan, (malah disebut sebagai revolusi) selalunya mengundang khalayak.
Namun terkadang tidak perlukan khalayak. Hanya cukup berdiam di dalam diri.
Kerana ada pemberontakan hanya memerlukan udara, angin, cahaya matahari dan pekat malam yang menggerakannya.

Dan terkadang juga hanya semata kata-kata yang memandu pemberontakan.

Dan pemberontakan bukan semata dari mata air kebencian malah bisa juga datang dari lubuk cinta. Pemberontakan kemusnahan. Pemberontakan menuju cinta. Ada pemberontakan dengan kekerasan. Ada pemberontakan itu bersantun.

"Mawar merah yang ku cium. Ternyata menusuk dan beracun.
Wanginya menyenangkan hatiku. Membuatku tak karuan." 
"Ku berlutut di bawah kakinya. Ku berikan hatiku untuknya. Ku telan semua luka-luka. Ku tak punya perisai lagi"
"Matilah kau di dalam hatiku! Bawa pergi saja dirimu sampai ke dasar lautan. Matilah kau bersama cintaku.
Banyak berharaplah dirimu. Semoga dapat bahagia, berharaplah!"