Friday, July 07, 2006

WS Rendra

Hari ini, teringat saya pada Rendra (klik untuk membaca), seorang pemuisi, penggiat seni dari seberang, Indonesia. Nama beliau sebaris dengan Pramoedya Ananta Toer (alm.), Ajip Rosidi, Taufiq Ismail dan ramai lagi. Di sana pemuisi tidak seperti pemuisi di tempat lainnya. Golongan ini bukan calang-calang orang. Tidak perlu jadi pegawai dewan bahasa, cukup hanya menjadi penulis, pasti mereka bisa menggugat sesiapa saja.

Sejak merdeka atau hari revolusi Indonesia, mereka adalah salah satu golongan yang membentuk wajah bangsa Indonesia hingga hari ini. Merekalah 'guru-guru' bangsa yang boleh kita pelajari serba sedikit tentang prinsip2 hidup hinggalah demokrasi. Tidak hairanlah ramai budayawan sepertinya pernah ditangkap oleh rejim2 Order Lama dan Order Baru sejak Soekarno. Seharusnya golongan penulis, pemuisi, penggiat seni adalah juga golongan intelektual (mungkin kerana mereka bukan seperti pensyarah universiti atau intelegensia lain yang memakai 'neck-tie').

Sebagai mengingatinya, salah satu puisinya akan dipapar di sini.

Sajak Orang Kepanasan

karena kami makan akar
dan terigu menumpuk di gudangmu
....karena kami hidup berhimpitan
dan ruangmu berlebihan .....maka kita bukan sekutu
karena kami kucel

dan kamu gemerlapan .....karena kami sumpeg
dan kamu mengunci pintu .....maka kami mencurigaimu
karena kami terlantar di jalan

dan kamu memiliki semua keteduhan .....karena kami kebanjiran
dan kamu berpesta di kapal pesiar .....maka kami tidak menyukaimu
karena kami dibungkam

dan kamu nrocos bicara .....karena kami diancam
dan kamu memaksakan kekuasaan .....maka kami bilang TIDAK kepadamu
karena kami tidak boleh memilih

dan kamu bebas berencana .....karena kami cuma bersandal
dan kamu bebas memakai senapan .....karena kami harus sopan
dan kamu punya penjara .....maka TIDAK dan TIDAK kepadamu
karena kami arus kali dan kamu batu tanpa hati

maka air akan mengikis batu

RENDRA
(DARI KUMPULAN PUISI "PERJALANAN BU AMINAH"( YAYASAN OBOR INDONESIA - 1997 )

Thursday, July 06, 2006

selimuti hatimu

Ada satu lirik lagu yang akan diangkat di sini daripada album republik cinta, Dewa 19. Sekiranya didengar lagunya dan lirik, melodinya simple dan saya sangat suka akan ia.Tajuk: Selimut Hati.

Aku kan menjadi malam-malam mu..kan menjadi mimpi-mimpimu. Dan selimuti hatimu..yang beku.

Aku kan menjadi bintang-bintangmu, kan slalu menyinarimu..dan menghapus rasa rindumu, yang beku

Aku bisa menjadi apa yang kau minta..untuk menjadi apa yang kau impikan.. tapi ku tak bisa menjadi dirinya.

Aku kan menjadi embun pagimu yang kan menyejukkan jiwamu
Dan kan membasuhi hatimu..yang layu

Tinggalkan sejenak lalumu..beri sdikit waktu kepadaku tuk meyakinkanmu

Aku kan menjadi malam-malam mu..kan menjadi mimpi-mimpimu. Dan selimuti hatimu..selimuti hatimu...